Saturday, June 15, 2013

Sejarah Isra' Mi'raj dan Palestina yang terjajah

Isra’ Mir'aj peristiwa yang sangat
besar untuk umat islam. Rasulullah
saw, “diberangkatkan” oleh Allah swt dari Masjidil Haram ke Masjidil
Aqsha. Dan dari Masjidil Aqsha,
Rasulullah saw di mi’rajkan ke
Sidratul Muntaha yang merupakan
langit tertinggi hanya dalam waktu
satu malam.

Begitu sucinya Masjidil Aqsha sehingga oleh Allah dijadikan sebagai tempat pijakan Rasulullah
untuk menemui-Nya di Sidratul Muntaha.

Pada masa kekhalifahan Umar bin
Khatab, Baitukmukadas dapat dikuasai oleh kaum muslimin dengan damai. Ada peristiwa unik yang terjadi ketika Umar bin Khatab memasuki kota Yerusalem. Saat itu Umar bergantian dengan
pembantunya untuk menaiki kuda.

Ketika Umar menaiki kuda, pembantunya yang menuntun, dan
ketika pembantunya yang menaiki
kuda, Umar yang menjadi penuntunnya. Begitu silih berganti
hingga memasuki Yerusalem, Umar mendapat giliran yang menjadi penuntunnya. Sehingga disaat memasuki Baitulmakdis, pembantu Umarlah yang disambut karena berada diatas kuda Umar.

Setelah kemenangan pasukan
muslimin, Umar mengatakan kepada umat Islam bahwa Palestina adalah tanah wakaf bagi umat islam. Sehingga ketika Inggris meminta tanah Palestina untuk kemudian diserahkan kepada bangsa Yahudi mendirikan negara zionis, pemimpin Khilafah Islam terakhir Sultan Abdul
Hamid II menolaknya dengan
mengatakan “Bagaimana mungkin
aku menyerahkan tanah Palestina
yang merupakan tanah wakaf umat
Islam.”

Tercatat juga dalam sejarah bahwa
pasukan Muslimin dibawah pimpinan Shalahudin Al-Ayubi
berhasil membebaskan Palestina
tanpa perlawanan yang bertepatan
dengan 27 Rajab 583 Hijriyah atau
bertepatan dengan peristiwa Isra
Mi’raj Rasulullah saw. Peristiwa ini
diabadikan dalam sebuah film
berjudul Kingdom Of Heaven karya Ridley Scott.

Palestina sekarang, tanah wakaf umat Islam, menjadi negri terjajah oleh negara Zionis. Dengan kebiadaban dan kebengisannya Zionis merampas
tanah wakaf ini. Palestina adalah
tanah umat Islam yang telah
diwakafkan oleh Umar bin Khatab.

Andaikan ada sebuah negara yang
ingin membeli kota Makkah beserta isi-isinya, maka kerajaan Saudi sedikitpun tidak berhak untuk menjualnya, karena kerajaan Saudi hanyalah pelayan dari tanah suci milik umat Islam.

Begitu juga dengan Palestina, yang didalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha yang menjadi tanah suci, tempat mi’rajnya Rasulullah saw dan kiblat pertama umat Islam harus dibebaskan, dimerdekakan dari penjajahan negara Zionis seperti yang pernah dilakukan oleh Umar bin Khatab dan Shalahudin Al-Ayubi. Jangan sampai masjid bersejarah umat Islam sampai dirubuhkan dan diratakan dengan tanah. Wallahul musta'an

Lalu, Apa Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Palestina?

Tindakan brutal penjajah Israel
kembali berulang. Pesawat tempur
mereka menghujani kota Gaza
dengan bom. Korban jiwa pun tak
terelakkan. Puluhan nyawa
melayang. Sebagian besar anak-anak kecil tak berdosa.

Dunia pun bereaksi. Ada yang hanya bisa bicara, ada yang langsung datang mengirim bantuan tapi ada juga yang malah membela Israel. Kita pun tak boleh berdiam diri. Ini adalah tragedi kemanusiaan. Ini adalah penjajahan di muka bumi yang harus segera dihapuskan.

Apa yang bisa kita lakukan untuk
Palestina?

1. Berdoa
Doa adalah salah satu senjata utama umat Islam. Sisipkan doa untuk rakyat Palestian dalam setiap kesempatan. Jangan egois hanya berdoa untuk kepentingan diri kita sendiri. Begitu juga di acara-acara pengajian atau seremonial yang biasanya ditutup dengan doa bersama. Jadikan doa bersama sebagai sarana kita untuk memohon kepada Allah SWT agar rakyat Palestina diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi ujian.

2. Menggalang Opini

Banyak masyarakat sekitar kita yang tidak peduli dengan berita dari Palestina. Mereka menganggap itu bukan urusannya. Padahal di dunia ini kita tidak bisa hidup sendiri. Kepedulian sosial tidak terbatas jarak dan batas negara. Kita bisa menggalang opini dengan mengupdate status di media sosial atau menulis di blog. Kita juga bisa menggalang opini dengan membuat kegiatan peduli Palestina. Bisa dengan demonstrasi, berdoa/zikir
bersama, malam muhasabah, diskusi, seminar atau yang lainnya.
Tujuannya adalah untuk membentuk opini masyarakat agar peduli kepada penderitaan rakyat Palestina.

3. Menggalang Dana

Rakyat Palestina saat ini sangat
membutuhkan dana untuk bertahan hidup dan mempertahankan diri. Kita bisa menggalang dana dari keluarga, teman atau masyarakat sekitar. Dana tersebut bisa kita salurkan ke lembaga sosial yang menyalurkan dana untuk membantu Palestina. Lembaga sosial yang menyalurkan dana untuk Palestina diantaranya yaitu Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) dan Medical Emergency Rescue Comitee (Mer-C) yang telah mendirikan rumah sakit Indonesia di Gaza.

Apapun yang kita lakukan untuk
rakyat Palestina, semoga diniatkan
hanya untuk mencari ridho Allah
SWT semata.

Jadikan ini sebagai bagian dari catatan kebaikan yang pernah kita lakukan. Mungkin kita belum bisa membantu banyak tapi setidaknya ada yang sudah kita perbuat. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada saudara-saudari kita di sana, Aamiin

Sumber: http://m.kompasiana.com/post/sejarah/2011/06/29/yang-terlupakan-dalam-perayaan-isra-miraj/  http://blogfarhan.com/apa-yang-bisa-kita-lakukan-untuk-palestina-2/

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah membaca,

Semoga perjumpaan kali ini berkesan di hati sahabat-sahabat sekalian, silahkan diambil manfaatnya, serta dibawa pulang oleh-oleh pelajaran dan ilmunya. :)

Jika ingin meninggalkan jejak dan ingin mengirimkan komentar, Silahkan isi kotak komentar di bawah ini...