Saturday, June 15, 2013

Bahagia itu sederhana

Bahagia itu sederhana; berbuat baiklah maka kita akan bahagia :D

1. Jangan pernah membenci orang
lain, meskipun mereka telah banyak berbuat salah padamu, atau merampas hak hak kamu.

2. Jangan pernah merasa gundah
gulana, perbanyaklah berdo'a.

3. Hiduplah tetap dalam keadaan
sederhana, rendah hati, meskipun
kamu berada dalam kegelimangan
harta dan kekayaan.

4. Selalulah berfikiran positif,
meskipun banyak cobaan yang
menghadangmu.

5. Husnudzhanlah selamanya untuk Rabb-mu.

6.Selalu memberi lebih banyak,
meskipun orang lain tak memberi
kamu, meskipun kamu dalam keadaan kekurangan.

7. Jangan pernah putus mendo'akan Keluargamu-saudaramu-sahabatmu
dalam kondisi dia tak
mengetahuinya.

Sejarah Isra' Mi'raj dan Palestina yang terjajah

Isra’ Mir'aj peristiwa yang sangat
besar untuk umat islam. Rasulullah
saw, “diberangkatkan” oleh Allah swt dari Masjidil Haram ke Masjidil
Aqsha. Dan dari Masjidil Aqsha,
Rasulullah saw di mi’rajkan ke
Sidratul Muntaha yang merupakan
langit tertinggi hanya dalam waktu
satu malam.

Begitu sucinya Masjidil Aqsha sehingga oleh Allah dijadikan sebagai tempat pijakan Rasulullah
untuk menemui-Nya di Sidratul Muntaha.

Pada masa kekhalifahan Umar bin
Khatab, Baitukmukadas dapat dikuasai oleh kaum muslimin dengan damai. Ada peristiwa unik yang terjadi ketika Umar bin Khatab memasuki kota Yerusalem. Saat itu Umar bergantian dengan
pembantunya untuk menaiki kuda.

Ketika Umar menaiki kuda, pembantunya yang menuntun, dan
ketika pembantunya yang menaiki
kuda, Umar yang menjadi penuntunnya. Begitu silih berganti
hingga memasuki Yerusalem, Umar mendapat giliran yang menjadi penuntunnya. Sehingga disaat memasuki Baitulmakdis, pembantu Umarlah yang disambut karena berada diatas kuda Umar.

Setelah kemenangan pasukan
muslimin, Umar mengatakan kepada umat Islam bahwa Palestina adalah tanah wakaf bagi umat islam. Sehingga ketika Inggris meminta tanah Palestina untuk kemudian diserahkan kepada bangsa Yahudi mendirikan negara zionis, pemimpin Khilafah Islam terakhir Sultan Abdul
Hamid II menolaknya dengan
mengatakan “Bagaimana mungkin
aku menyerahkan tanah Palestina
yang merupakan tanah wakaf umat
Islam.”

Tercatat juga dalam sejarah bahwa
pasukan Muslimin dibawah pimpinan Shalahudin Al-Ayubi
berhasil membebaskan Palestina
tanpa perlawanan yang bertepatan
dengan 27 Rajab 583 Hijriyah atau
bertepatan dengan peristiwa Isra
Mi’raj Rasulullah saw. Peristiwa ini
diabadikan dalam sebuah film
berjudul Kingdom Of Heaven karya Ridley Scott.

Palestina sekarang, tanah wakaf umat Islam, menjadi negri terjajah oleh negara Zionis. Dengan kebiadaban dan kebengisannya Zionis merampas
tanah wakaf ini. Palestina adalah
tanah umat Islam yang telah
diwakafkan oleh Umar bin Khatab.

Andaikan ada sebuah negara yang
ingin membeli kota Makkah beserta isi-isinya, maka kerajaan Saudi sedikitpun tidak berhak untuk menjualnya, karena kerajaan Saudi hanyalah pelayan dari tanah suci milik umat Islam.

Begitu juga dengan Palestina, yang didalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha yang menjadi tanah suci, tempat mi’rajnya Rasulullah saw dan kiblat pertama umat Islam harus dibebaskan, dimerdekakan dari penjajahan negara Zionis seperti yang pernah dilakukan oleh Umar bin Khatab dan Shalahudin Al-Ayubi. Jangan sampai masjid bersejarah umat Islam sampai dirubuhkan dan diratakan dengan tanah. Wallahul musta'an

Lalu, Apa Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Palestina?

Tindakan brutal penjajah Israel
kembali berulang. Pesawat tempur
mereka menghujani kota Gaza
dengan bom. Korban jiwa pun tak
terelakkan. Puluhan nyawa
melayang. Sebagian besar anak-anak kecil tak berdosa.

Dunia pun bereaksi. Ada yang hanya bisa bicara, ada yang langsung datang mengirim bantuan tapi ada juga yang malah membela Israel. Kita pun tak boleh berdiam diri. Ini adalah tragedi kemanusiaan. Ini adalah penjajahan di muka bumi yang harus segera dihapuskan.

Apa yang bisa kita lakukan untuk
Palestina?

1. Berdoa
Doa adalah salah satu senjata utama umat Islam. Sisipkan doa untuk rakyat Palestian dalam setiap kesempatan. Jangan egois hanya berdoa untuk kepentingan diri kita sendiri. Begitu juga di acara-acara pengajian atau seremonial yang biasanya ditutup dengan doa bersama. Jadikan doa bersama sebagai sarana kita untuk memohon kepada Allah SWT agar rakyat Palestina diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi ujian.

2. Menggalang Opini

Banyak masyarakat sekitar kita yang tidak peduli dengan berita dari Palestina. Mereka menganggap itu bukan urusannya. Padahal di dunia ini kita tidak bisa hidup sendiri. Kepedulian sosial tidak terbatas jarak dan batas negara. Kita bisa menggalang opini dengan mengupdate status di media sosial atau menulis di blog. Kita juga bisa menggalang opini dengan membuat kegiatan peduli Palestina. Bisa dengan demonstrasi, berdoa/zikir
bersama, malam muhasabah, diskusi, seminar atau yang lainnya.
Tujuannya adalah untuk membentuk opini masyarakat agar peduli kepada penderitaan rakyat Palestina.

3. Menggalang Dana

Rakyat Palestina saat ini sangat
membutuhkan dana untuk bertahan hidup dan mempertahankan diri. Kita bisa menggalang dana dari keluarga, teman atau masyarakat sekitar. Dana tersebut bisa kita salurkan ke lembaga sosial yang menyalurkan dana untuk membantu Palestina. Lembaga sosial yang menyalurkan dana untuk Palestina diantaranya yaitu Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) dan Medical Emergency Rescue Comitee (Mer-C) yang telah mendirikan rumah sakit Indonesia di Gaza.

Apapun yang kita lakukan untuk
rakyat Palestina, semoga diniatkan
hanya untuk mencari ridho Allah
SWT semata.

Jadikan ini sebagai bagian dari catatan kebaikan yang pernah kita lakukan. Mungkin kita belum bisa membantu banyak tapi setidaknya ada yang sudah kita perbuat. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada saudara-saudari kita di sana, Aamiin

Sumber: http://m.kompasiana.com/post/sejarah/2011/06/29/yang-terlupakan-dalam-perayaan-isra-miraj/  http://blogfarhan.com/apa-yang-bisa-kita-lakukan-untuk-palestina-2/

Friday, June 14, 2013

Cara Mengetahui Nomor HP Sendiri

Telkomsel :
*808#

XL : *123*22*1*1*#

Indosat : *777*8#

Axis : *2#

Tri : *998#

Smart: *551#

Semoga Bermanfaat :D

Sunday, June 9, 2013

Managemen Perubahan dan Pola Sikap Kepemimpinan

Bangsa ini bangsa besar, jika pertanyaan-pertanyaan kecil dan sepele mengenai hal teknis saja kita remehkan, bahkan tidak kita tanggapi, bagaimana kita bisa berubah, tanpa kita tau kemana arah perubahan itu, jadi dimanakah arti sebuah kepemimpinan? (M. Baihaqi, Martin.(2013).Managemen Perubahan dan Pola Sikap Kepemimpinan, Tangerang)

Salahkah Aku Bertanya

Bila ada sesuatu yang menyebabkan hati merasa ingin tahu, salahkah kita bertanya?

“Sudahlah jangan bertanya terus, kamu seperti orang Israel saja, selalu bertanya”.
Hati kun seketika itu juga
bergetar mendengar perkataan itu. Ingin menangis rasanya, aku masih kecil waktu itu dan ketika aku sangat besar rasa keingintahuan ku, aku dikatai
sebagai orang Israel karena terus menerus bertanya mengenai hal-hal baru yang belum bisa aku terima dengan nalarku.

Terkadang aku sampai mengurungkan niatku untuk
bertanya. Inikah contoh pendidik
yang menginginkan anak didiknya menjadi kritis sedangkan kita dibungkam untuk bertanya.

Adalah aku, seorang anak biasa yang tidak memiliki kemampuan istimewa. Namun dengan segala keterbatasan itu, aku mencoba
selalu bertanya mengenai hal-hal yang tidak aku ketahui. Di bangku sekolahku aku terkenal sebagai anak pendiam. Jarang sekali bertanya.

Namun ketika diperintah
mengerjakan tugas aku bisa
mengerjakannya. Entah kebetulan atau tidak namun itu selalu terulang dalam diriku karena aku tau hal hal teknis yang harus aku lakukan.
Terkadang aku tidak puas dengan jawaban-jawaban dari sang guru atau orang yang aku tanya jika aku bertanya. Entah aku yang terlalu bodoh atau memang pertanyaan
ku yang terlalu mudah mereka jawab sehingga mereka enggan menjawabnya.

Waktu pun terus berputar. Ketika di SMA pun begitu. Terkadang jika ada seorang teman yang presentasi aku selalu diancam agar tidak bertanya. Ah, mengapa
semua orang mengecamku ketika aku berusaha kritis.

Akukah yang salah?

Atau caraku yang salah?

Salahkah aku bertanya?

Yang jelas aku bukan Israel.

Aku hanya mencoba mencari tahu arti tentang kebenaran itu sesungguhnya. Tidak lebih. Aku bukan orang Idiot yang selalu bertanya tentang hal-hal tidak penting. Aku juga bukan orang Pintar yang bertanya hanya untuk menguji seseorang. Aku hanya mencoba mencari tahu tentang apa yang tidak aku
ketahui.

Cari tahu sendiri hal-hal yang
belum kamu ketahui. Jangan
menyerah jika kamu belum
mengetahui jawabannya.

Aku bukan Israel.

Inikah potret budaya di negeri
kita. Pembungkaman daya kritis dan nalar seseorang dengan dalih disamakan dengan orang Israel?

Dosakah aku jika aku selalu
bertanya?

Salahkah aku jika aku bertanya
untuk mencari sebuah kebenaran?

Aku bukan Israel.

Sampai kapan budaya ini akan
berlangsung?

Beranikah aku merubahnya?

Salahkah jika aku merubahnya?

Sehingga aku kelak bisa berteriak
AKU BUKAN ISRAEL.

* Tribute to Kebebasan Bertanya
** Sebuah catatan dari seorang anak manusia yang terbelenggu oleh keadaan dan budaya pembungkaman.

Referensi:
http://andiazharr.blogspot.com/2013/01/aku-bukan-israel-ketika-selalu-bertanya.html?m=1

Makna Dibalik Seperangkat Alat Shalat

"Saya terima nikah dan kawinnya
Fulanah binti Fulan dengan mas
kawin seperangkat alat shalat dan
mushaf Al Qur'an dibayar tunai"

Sering kita dengar kata-kata ini ketika menghadiri akad nikah
sesesorang. Bagi yang beragama Islam, pasti mas kawin berupa
peralatan shalat dan mushaf Al
Qur'an sudah menjadi sebuah
keniscayaan. Apalagi di negara yang katanya mayoritas Islam ini, aneh rasanya apabila ada seorang Muslim yang tidak menyertakan 2 mas kawin wajib itu dalam akad nikahnya.

Tapi sangat disayangkan, setelah
akad nikah selesai, perlengkapan
shalat yang dijadikan sebagai mahar terbungkus rapi di dalam lemari tak pernah tersentuh. Tak jauh beda dengan mushaf Al
Qur'an yang dijadikan mas kawin
tersimpan rapi di rak buku dan
hampir berdebu. Dua barang yang
dijadikan sebuah keniscayaan dalam mas kawin itu hanya menjadi pajangan usai ijab kabul. Padahal ada makna spesial dibalik
pemberian perlengkapan sholat dan mushaf Al Qur'an sebagai mahar.

Ketika seorang mempelai pria
mengucapkan "Saya terima nikah
dan kawinnya fulanah binti fulan
dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan mushaf Al Qur'an", ada 'beban' baru yang dipikulnya.
Beban itu adalah sang suami
berkewajiban untuk mengajarkan
shalat kepada sang istri yang
disimbolkan dengan pemberian
seperangkat alat shalat. Suami berkewajiban untuk menjaga shalat istrinya dengan terus mengingatkannya dan membimbingnya supaya tidak melewatkan kewajiban yang satu
ini. Karena sholat adalah amalan
pertama kali yang akan dihisab pada yaumul hisab kelak.

Begitu pula dengan mas kawin
berupa mushaf Al Qur'an. Mungkin
bagi sebagian orang dua mahar ini
dianggap sebagai mahar yang murah meriah dan mudah didapatkan di negara yang mayoritasnya muslim ini. Tapi sebenarnya mahar mushaf Al
Qur'an adalah mahar termahal yang diberikan seorang suami kepada istrinya.

Mengapa?

Karena dengan memberikan mushaf Al Qur'an, berarti suami wajib untuk mengajarkan istrinya semua isi dari Al Qur'an yang diberikannya kepada istri dari surat Al-Fatihah hingga
surat An-Naas. Suami berkewajiban untuk
mengantarkan istrinya kepada
Akhlaqul Aur'an. Suami juga
berkewajiban untuk membawa
keluarganya kepada kehidupan
rumah tangga berdasarkan Al Qur'an dan menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman kehidupan
rumahtangganya.

Bagaimana mahal banget kan mahar yang satu ini?

Sangat disayangkan ternyata realitas yang ada tidak demikian.  Mushaf yang dulunya dibungkus rapi sebagai mahar itu tetap terbungkus rapi dalam plastik bening bergambar hati yang kini tergeletak didalam buffet. Tak jauh berbeda dengan seperangkat alat sholat yang dulunya dibungkus rapi di dalam keranjang yang dihiasi kertas berwarna-warni kemudian dibungkus dengan plastik bening yang juga bergambar hati itu tersimpan rapi disebelah mushaf Al Qur'an.

Dan dengan bangganya si empunya
barang tersebut memamerkan
kepada tamu yang hadir, "Ini lho mahar yang dulu diberikan suami saya!"

Subhanallah…
ngak di baca aja bangga.

Tak jadi masalah apabila mahar yang diberikan itu sengaja disimpan, karena memiliki mushaf dan peralatan sholat lain.

Yang jadi masalah adalah ketika, seusai ijab kabul suami masa bodoh dengan janji yang dulu
diucapkannya dan tidak mengindahkan 'beban' baru yang
harus dipikulnya.

Seorang suami memiliki kewajiban
untuk menjaga istri dan anak-anaknya dari api neraka, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahrim : 6)

Adh-Dhahak berkata adalah
kewajiban bagi seorang Muslim
untuk mengajarkan keluarganya,
kerabatnya, serta hamba sahaya
yang dimilikinya apa-apa yang
diwajibkan Allah dan apa-apa yang
dilarang Allah. (Lihat Tafsir Al-
Qur’an Ibnu Katsir)

Dalam kehidupan rumah tangga
tanggungjawab ini diamanahkan
kepada suami sebagai imam dalam
keluarga.

So… buat para istri yang mendapatkan mahar seperangkat
alat shalat dan mushaf Al Qur'an
tapi belum diajarkan isi dari Al
Qur'an, jangan ragu untuk menagihnya kepada suami. hehe ^_^

Sekalian mengingatkan suaminya,
amanat yang mungkin terlupakan
oleh suami. Dan untuk para suami
yang ketika akad nikah memberikan mahar seperangkat alat shalat dan mushaf Al Qur'an, dan belum memiliki andil
dalam menjaga shalat istrinya dan
mengajarkan isi Al Qur'an yang
diberikan, hayuu atuh taubat dan diajarkan istri dan keluarganya.

Biar istrinya makin shalehah, dan
keluarga sakinah, mawaddah,
warahmah, yang diimpikan bisa
tercapai. Lalu buat para calon istri dan suami, mulailah mempersiapkan bekal untuk berlayar dalam kapal pinisi bahtera rumah tangga kehidupan.

Wallahu a’lam

Thanks to : http://blognyafitri.wordpress.com/2013/06/08/perlu-diketahui-makna-dibalik-seperangkat-alat-shalat/ atas artikel yang luar biasa.

Tuesday, June 4, 2013

30 Tips Hidup Bahagia

Oleh Dr. 'Aidh al-Qarni

Kebahagiaan adalah tema universal umat manusia, dan hidup bahagia adalah dambaan semua orang. Maka kami bahagia bila bisa berbagi dalam mewujudkan kebahagiaan universal itu. Namun kami lebih berbahagia lagi bila Anda bisa mereguk kebahagiaan dengan
menyimak buku 30 Tips Hidup Bahagia ini. Dan Anda harus bahagia menyimak buku kecil ini, karena ia langsung melesat ke inti tujuan hidup umat manusia: hidup
bahagia.

1. Berpikir, Bekerja & Bersyukurlah
2. Jangan Disesali, Yang Telah Berlalu Tidak Akan Kembali
3. Hari Milik Anda Yg Sesungguhnya Adalah Hari Ini
4. Biarkan Hari Esok Itu Datang Sendiri
5. Jangan Dengarkan Kritik Ngawur
6. Jangan Menunggu Ucapan Terimakasih Dari Seseorang
7. Berbuat Baiklah Kepada Orang Lain, Akan Membuat Hati Anda Menjadi Lapang
8. Mengisi Waktu Senggang Dengan Aktivitas
9. Jangan Melebur Kedalam Kepribadian Orang Lain, Terimalah Bentuk Wajah, Tubuh, dan Karakter Anda Seperti Yang
Telah Diciptakan
10. Terimalah Qadha & Qadar Anda Dengan Ikhlas
11. Yakinlah Dibalik Kesulitan Ada
Kemudahan
12. Buatlah Minuman Yang Manis Dari Buah Jeruk ( jeruk adalah buah paling banyak mengandung vit )
13. Jadikan Sabar & Sholat Sebagai Senjata Dalam Menghadapi Kesulitan
14. Lapangkan Rumah Anda
15. Jika Kehilangan Sesuatu, Yakinlah bahwa Allah Akan Menggantinya Dengan Pengganti Yang Lebih Baik.
16. Iman Adalah Rahasia Ketenangan Kehidupan Anda
17. Ambillah Madu Tanpa Merusak Sarang
18. Yakinlah, Hanya Dengan Mengingat Allah Hati Menjadi Tenang.
19. Jangan Iri Dengan Karunia &
Keberhasilan Orang Lain
20. Hadapi Hidup Ini Apa Adanya
21. Hiburlah Orang-Orang Yang
Memperoleh Cobaan
22. Kerjakan Sholat, Sholat, dan Sholat....!!!!
23. Tanamkan Dalam Hati Anda Keyakinan “Cukup Allah saja Pemberi Pertolongan dan
Allah Sebaik-baik Pelindung “
24. Berkreasilah Di Muka Bumi
25. Kesabaranmu..Itulah Yang Indah
26. Ambillah Hikmah & Pelajaran Dari Setiap Peristiwa Yg Menimpa Anda
27. Jangan Jadi Binasa Hanya Karena Masalah Sepele
28. Terima Dengan Senang Hati Pembagian Rejeki Allah Kepada Anda, Niscaya Anda Akan Menjadi Orang Terkaya
29. Ingatkan Diri Anda Dengan Surga Yang Luasnya Seluas Langit dan Bumi
30. Yakinkan Diri Anda Bahwa Anda Dijadikan Sebagai Umat Pilihan Di Muka Bumi ini.