Sunday, September 16, 2012

Dampak dari fenomena smartphone pada privasi, perilaku, dan penggunaan ponsel pintar tersebut pada ruang publik.

wap.vivanews.com - Para peneliti Universitas Tel Aviv menemukan pengguna smartphone merasa begitu dekat pada perangkat mobile mereka. Saat ditanya perasaan mereka saat jauh dari ponsel, sebagian besar pemilik smartphone memilih gambaran negatif seperti "galau", "tegang", atau "tidak tahu kabar terkini".

Sebaliknya, pengguna telepon biasa jauh lebih mungkin memiliki gambaran positif ketika tanpa ponsel. Mereka mendeskripsikan perasaan bebas atau tenang.

Tahap studi berikutnya akan menganalisis lebih mendalam tentang cara pengguna smartphone menerapkan teknologi smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini meminta pengguna untuk menginstal aplikasi yang dikembangkan para peneliti, Spaces Smart.

Aplikasi ini dirancang untuk melacak keberadaan para peserta selama tiga minggu dan bagaimana mereka menggunakan ponsel mereka di tempat tersebut. Cara ini akan memberikan para peneliti ide yang lebih baik tentang bagaimana pengguna smartphone berinteraksi baik dalam ruang publik dan privat selama hari-hari biasa.

Dr. Hatuka dan Dr. Toch percaya bahwa temuan mereka dapat mengungkapkan petunjuk tentang masa depan ruang publik dan bagaimana ruang publik akan dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan melayani mereka.

    "Kita sedang memasuki fase baru ruang publik dan privat," ujar Dr. Hatuka seperti dilansir dari Sciencedaily.com.

Hatuka juga menunjukkan bahwa ruang fisik perlu dirancang ulang sebagai arena yang dapat meningkatkan interaksi pribadi.

Smartphone diakui telah merevolusi cara berkomunikasi seseorang dengan beragam aplikasi, akses internet nirkabel berkecepatan tinggi, dan layanan pesan gratis. Namun revolusi komunikasi itu memberikan dampak dalam ruang publik.

Peneliti dari Tel Aviv University, memaparkan pengguna smartphone lebih terjebak dengan perangkapnya dalam ruang publik.

Menurut Sciencedaily, Dr. Tali Hatuka dari Departemen Geografi dan Dr. Eran Toch dari TAU Departemen Teknik Industri Tel Aviv University (TAU) bekerja sama untuk mengukur dampak dari fenomena smartphone pada privasi, perilaku, dan penggunaan ponsel pintar tersebut pada ruang publik.

Hasil awal mereka menunjukkan meskipun ruang publik seperti alun-alun kota, taman, atau transportasi dikenal sebagai titik pertemuan umum, pengguna smartphone lebih terjebak dalam teknologi berbasis perangkat komunikasi mereka daripada lingkungan sekitarnya.

Dr. Toch, ahli sistem informasi dan sistem privasi itu, mengatakan pengguna smartphone 70 persen lebih mungkin percaya bahwa ponsel mereka membuka banyak privasi dibandingkan pengguna ponsel biasa.

Pengguna ini lebih bersedia mengungkapkan masalah pribadi di ruang publik mereka. Pengguna smartphone juga kurang peduli dengan individu yang berbagi ruang.

Ilusi Privasi

Dr. Hatuka mengatakan smartphone menciptakan ilusi "gelembung privasi" di sekitar pengguna dalam ruang publik. Ia juga percaya bahwa desain ruang publik mungkin perlu berubah sebagai tanggapan terhadap teknologi ini. Tidak berbeda caranya dalam beberapa daerah publik yang telah ditetapkan sebagai ruang "merokok" dan "bebas rokok."

Dr. Toch juga mencatat bahwa smartphone dan perangkat komputasi personal menjadi lebih "cepat" menyesuaikan diri dalam hal kecerahan dan volume dalam lokasi dan aktivitas pengguna.

Untuk mengaji bagaimana smartphone telah mempengaruhi interaksi manusia di ruang publik dan privat, para peneliti merancang survei mendalam.

Eksperimen ini melibatkan hampir 150 peserta, separuhnya merupakan pengguna smartphone dan sisanya merupakan pengguna telepon biasa. Mereka ditanya tentang bagaimana menggunakan telepon di rumah, ruang publik, ruang belajar, dan ruang transportasi.

Hasilnya pengguna telepon biasa terus mematuhi aturan sosial yang ditetapkan dalam hal penggunaan telepon. Pengguna telepon biasa menunda percakapan pribadi dan mempertimbangkan kesesuaian penggunaan ponsel di ruang publik. Sementara pengguna smartphone memiliki perilaku sosial yang berbeda untuk ruang publik.

Para peneliti menemukan bahwa 50 persen dari pengguna smartphone lebih rendah kemungkinan untuk diganggu oleh orang lain saat menggunakan ponsel mereka di ruang publik. Sekitar kurang dari 20 persen pengguna telepon biasa percaya bahwa percakapan telepon pribadi mereka dapat menganggu orang di sekitar mereka.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah membaca,

Semoga perjumpaan kali ini berkesan di hati sahabat-sahabat sekalian, silahkan diambil manfaatnya, serta dibawa pulang oleh-oleh pelajaran dan ilmunya. :)

Jika ingin meninggalkan jejak dan ingin mengirimkan komentar, Silahkan isi kotak komentar di bawah ini...