Saturday, January 21, 2012

Pertanggungjawaban: Dalam kesendirian ku menyendiri




Pertanggungjawaban
??

Sebuah kata yang sudah sering kita dengar, dan setiap orang mungkin pernah merasakan, atas setiap amanah yang mereka emban, atas setiap detik yang mereka perjuangkan, atas setiap keringat yang mereka kucurkan, dan mungkin atas setiap jiwa yang mereka tangguhkan..

Sahabat, Rasanya begitu sulit, berat dan begitu terpukul ketika sejenak aku tediam, aku berfikir, "Pertanggungjawaban di dunia ini tidaklah seberapa lebih menakutkan jika di bandingkan dengan pertanggungjawaban kita nanti kelak di hadapan Illahi"

Dimana setiap fakta dan kenyataan akan diungkap lebih detail dengan begitu mengesankan.. Wallahu a'lam

Begitu malu diri ini rasanya, ketika mulut harus terkunci tak berbicara lagi tentang apa-apa yang kurang pantas untuk dipertanggungjawabkan, atas setiap janji yang dahulu pernah aku ikrarkan, atas setiap usaha yang dahulu aku janjikan, namun pada kenyataannya, semua janji itu banyak yang aku ingkari, semua usaha itu bayak yang aku tidak lakukan, Dan mengapa bayang-bayang penyesalan itu selalu hadir mengisi ruang-ruang imajinasi, bayang-bayang yang hanya menunggu kenyataan datang menghampiri.

Sahabat-sahabatku,
maafkalah aku jika sekiranya aku telah gagal dalam membimbing kalian, telah gagal dalam membina kalian, telah gagal dalam memperjuangkan hak-hak dan suara kalian.. Maafkanlah aku sahabat, Aku tahu bahwa diri ini hanya manusia yang lemah, manusia yang dianugrahi potensi yang terbatas, sebatas potensi yang aku yakini dan aku mengerti dalam diri, di dunia ini aku adalah tipe manusia yang tidak bisa hidup sendiri, manusia yang tidak bisa hidup dan tumbuh tanpa perhatian dan manusia yang tak bisa kreatif tanpa mendengar suara-suara dan aspirasi kalian.

Entah mengapa sejenak aku berpikir sepertinya beban amanah itu begitu berat aku pikul, sampai-sampai keluhan demi keluhan kadang muncul dalam diri ini :'( Astaghfirullah... Maafkan aku ya Allah, Aku selama ini hanya bisa terdiam, kenapa Ya Allah, Kenapa? Padahal bermacam-macam konsep, ide gagasan, saran, kritik dan solusi telah banyak aku terima.. Maafkan aku sahabat.. Jika karena kediamanku kalian membenciku, Jika karena kediamanku kalian acuh kepadaku, Jika karena kediamanku aku menyakiti hati-hati dan perasaan kalian.. Aku hanya membutuhkan perhatian, aku butuh orang yang bisa mengerti diriku, aku butuh orang yang bisa bersama menyemangatiku.. Ya seperti masa masa indah dulu yang tak bisa ku ceritakan disini, mungkin nanti akan kuceritakan di lain waktu.

Sahabat, sedih rasanya ketika amanah yang diamanahkan kepada kita seolah berakhir dengan kesia-siaan, dan jujur itulah yang sekarang sedang melanda diriku. (resah, gelisah, galau, dll) sehingga terkadang muncul angan-angan dalam diri.. "Seandainya dahulu aku begini.. Seandainya aku dulu begitu.." Ya.. Berat rasanya jika melepas kepergian waktu yang berlalu, sedih rasanya jika aku harus terus memikirkan begitu banyak permasalahan yang harus aku tampung, diri ini rasanya tidak kuat. Jika memang bukan karena Allah, mungkin diri ini sudah ergi melarikan diri, meninggalkan amanah dan mengabaikannya entah sampai bagaimana lagi amanah itu.

Tapi Allah berkehendak lain. suatu hari aku pernah bergumam "Ya Allah jika memang ini merupakan kehendakmu, maka kuatkanlah pundak-pundak kami ini ya Allah, kuatkanlah kami atas setiap amanah yang dibebankan kepada kami, atas setiap ujian dan cobaan yang menimpa diri kami, kuatkanlah ya Allah."

Dalam membaca sebuah artikel tentang surat dalam Al Qur'an yang berbunyi..
"Dan Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengucapkan 'inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun' (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk." (QS. Al Baqarah : 155 -157).

Dalam hati aku coba memahami, "Ya sudahlah mungkin ini cobaan untuk menguatkan diriku." aku mencoba belajar dikit demi sedikit, tapi rasanya aku justru malah dijauhkan, aku jarang diperhatikan, dan jarang ada yang mengingatkan. entahlah apakah itu hanya perasaanku atau memang kenyataannya seperti itu. "Apakah orang lain sudah tidak peduli denganku, apa yang dipikirkan oleh mereka." rasanya diri ini ingin menyendiri saja :'(

Di setiap kesendirianku aku hanya bisa merenung tentang apa yang bisa kulakukan selama ini, tentang apa yang harus ku perjuangkan, tentang apa yang harus aku kerjakan. Tanpa mereka aku dibiarkan sendirian. Entah setan apa yang membisikan kata-kata itu dalam diriku..

Hiingga suatu saat aku membaca suatu catatan entah itu dari buku atau situs mana yang menyebutkan tentang ayat Al Qur’an yang berbunyi:
"Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yg beriman."
(QS. Ali-Imran : 139).

Ya.. janganlah kamu bersikap lemah.. itulah kata pertama kali yang pada saat itu saya cerna.. “Ya Allah mungkin sekarang aku sering menganggap kelemahan dalam diriku terlalu di sesali terlalu di pojokan terlalu di ungkit-ungkit dan selalu dimunculkan dalam setiap persoalan.” Percakapan ketika kediaman itu menghampiriku

Mungkin selama ini aku kurang mendekati-Mu, kurang berdo’a kepada-Mu, kurang meminta kepada-Mu. Tanpa disadari ayat tadi telah memberikan energi besar dalam diri ini, menanamkan semangat juang yang menyemangati, tapi nyatanya semua itu tidak berlangsung lama..

Aku justru malah terasa pergolakan batin ini tidak kuat lagi menahan letupan-letupan emosi dalam diri
Jujur, Rasanya aku malu ketika pertanggungjawabanku hanya begitu-begitu saja, tapi rasanya tak ada jalan lain untuk berkelak, aku yakin bahwa ada hikmah dibalik setiap ujian, baik itu amanah maupun hanya sebuah kepercayaan.. teringat sebuah kata hayati, pahami, hadapi

Sudahlah, saatnya beristirahat..
Mohon maaf jika ada kesalah pahaman yang terjadi selama ini, mohon maaf jika secara sengaja maupun tak sengaja ada tokoh yang terasa diikutsertakan dalam cerita ini,

Sahabat-sahabatku, Sekali lagi maafkanlah aku...
Maafkanlah aku ketika beribu maaf tak sempat terucap dalam ucapanku. Tak sempat terlantun dalam setiap do'a-do'aku..

Hanya sebuah kisah untuk dimengerti dan saling memahami :D
Saya itu orangnya perasa ^_^

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah membaca,

Semoga perjumpaan kali ini berkesan di hati sahabat-sahabat sekalian, silahkan diambil manfaatnya, serta dibawa pulang oleh-oleh pelajaran dan ilmunya. :)

Jika ingin meninggalkan jejak dan ingin mengirimkan komentar, Silahkan isi kotak komentar di bawah ini...