Friday, December 30, 2011

Bercinta Ala Shalafus Sholih

Mereka yang mencintai karena Allah, Laksana bintang-bintang yang berkerlip
Tidak ada kehidupan yang sebenarnya kecuali bersama para manusia
Yang hati-hati mereka rindu kepada takwa dan tenang bila mengingat Allah.
(Ibnu Jauziyah)

Kalian mencintai sebagaimana yang dialami oleh pemuda zaman dahulu dan zaman modern saat ini karena

fitrah Allah itu satu,
hati itu satu,
emosi itu satu,
perasaan itu satu, dan
cinta itu satu...

Namun, kalian berbeda dengan semua pemuda yang ada didunia dalam menjaga amanah yang diembankan oleh Allah pada kalian. Oleh karena itu aku katakan kepada kalian : “ Cintailah sebagaimana kalian saling mencintai, rindulah semau kalian, kasihilah dengan segenap kemampuan yang ada, dan silakan rela berbagi dengan pasangan sebisa mungkin”. Akan tetapi jangan lupakan jalan kalian bahwa cinta yang ada ini harus selaras dengan ketentuan syara’ dan diterima di kancah kehidupan dimuka bumi. Aplikasi cinta kalian berdua harus berbeda dengan para pemuda lain yang ada didunia ini.

***

Insya Allah, Allah akan mengumpulkan kalian dalam ikatan yang halal dibawah satu atap. Ketahuilah bahwa fenomena kehidupan adalah sebuah pilihan hakiki terhadap kebenaran perilaku dan kesalahan. Dalam kehidupan itu kalian dapat mencurahkan perasaan masing-masing untuk mendapatkan sesuatu yang baru dari perasaan kalian yang saling bereaksi, saling mendukung dan saling menahan.

Ketahuilah, bahwa teori setiap sesuatu sangat berbeda dengan praktek yang dilakukan. Demikian pula dengan teori cinta berbeda dengan yang terjadi dalam kehidupan. Namun, sebisa mungkin, kalian harus melihat dengan cinta yang tumbuh dari hati kalian setelah pinangan sebelum pernikahan. Kalian harus menjaga pertumbuhan dan keindahannya dengan ikhlas, pengorbanan, kesetiaan, dan amal shalih sehingga menjadi tumbuh subur, berkembang dan besar dengan karunia Allah.

Selanjutnya dengan penuh perhatian, pengertian, tekad dan ketulusan kalian bedua, benih itu tumbuh menjadi pohon subur, indah, dan rindang. Kemudian menjelma menjadi pohon yang kokoh dengan akar tertancap, cabang-cabang yang kuat, berbunga, dan berbuah. Menjadi pohon cinta pemasok oksigen kehidupan dan nutrisi badan.

Selanjutnya anak turunmu muncul sebagai kekuatan pembela iman yang dengan ijin Allah menjadi generasi baru yang istimewa, sebuah generasi yang tumbuh dan berkembang dalam siraman kasih sayang agar tumbuh subur benih cinta dihati mereka.

Semua itu bertujuan agar dalam rumah tempat kalian hidup tercipta nuansa indah, nyaman, dipenuhi pohon yang berbunga dan berbuah, yang akarnya tertancap ditanah keimanan, yang kokoh sedangkan cabang-cabangnya menjulang kelangit dengan karunia Allah. Dengan keutamaan pendidikan kalian yang bagus dan asal usul kalian yang istimewa, semua itu akan menjadi amal shalih yang langgeng bagi kalian hingga berakhirnya kehidupan dunia.

Oleh : Dr. Nazmi Khalil Abul’Atha


NB :
Spesial teruntuk sahabatku dan untuk kalian yang sedang menanti dengan sabar cita-cita dan impiannya agar terwujud untuk menyempurnakan iman melalui ikatan yang dihalalkan oleh Allah Swt dan menginginkan keridhoan-Nya. Tidak ada pengharapan yang sia-sia yang diniatkan karena Allah Swt.
Semangat, ca yooo…^_^'

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah membaca,

Semoga perjumpaan kali ini berkesan di hati sahabat-sahabat sekalian, silahkan diambil manfaatnya, serta dibawa pulang oleh-oleh pelajaran dan ilmunya. :)

Jika ingin meninggalkan jejak dan ingin mengirimkan komentar, Silahkan isi kotak komentar di bawah ini...